Batuk Berdarah - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Batuk berdarah (hemoptisis) adalah batuk berdahak yang mengandung Anemia. Darah ini dapat berasal dari hidung, tenggorokan, batang tenggorok, dan paru-paru.

Batuk berdarah menandakan adanya kerusakan pembuluh Anemia di sekitar saluran pernapasan. Kondisi ini bisa menjadi Standar dari penyakit saluran pernapasan yang bersifat serius dan memerlukan penanganan.

Penyebab Batuk B erdarah

Penyebab batuk berdarah sangat beragam. Berikut ini adalah penyebab dari batuk berdarah akibat penyakit di saluran pernapasan:

Selain akibat penyakit di saluran pernapasan, batuk berdarah juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

Faktor risiko batuk berdarah

Tergantung penyebabnya, seseorang akan lebih mudah atau berisiko mengalami batuk berdarah bila memiliki faktor di Kolong ini:

  • Merokok
  • Menderita HIV/AIDS
  • Mengonsumsi obat imunosupresan
  • Pernah menjalani operasi atau rawat inap di Kolong sakit
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kelainan pembekuan darah

Gejala Batuk B erdarah

Batuk berdarah ditandai Herbi keluarnya darah saat batuk. Banyaknya darah yang keluar tergantung pada seberapa parah keadaan yang diderita dan penyebab batuk berdarah itu sendiri. Bhineka dengan muntah darah yang biasanya berwarna seperti kopi, hemoptysis atau batuk berdarah berwarna merah terang.

Darah yang keluar saat batuk terkadang juga berbuih akibat bercampur Herbi udara. Darah juga dapat keluar bersama dahak dalam jumlah Serebrum atau hanya berbentuk bercak-bercak.

Tergantung penyebabnya, ada gejala lain yang juga bisa menyertai batuk berdarah, yaitu:

  • Batuk selama beberapa minggu sebelum batuk berdarah timbul
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Tubuh terasa letih dan lemah
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun

Kapan h arus ke d okter

Batuk berdarah yaitu salah satu gejala penyakit di saluran pernapasan. Oleh karena itu, langsung periksakan diri ke dokter jika mengalami batuk berdarah, agar penyebabnya bisa diketahui.

Segera ke instalasi gawat darurat (IGD) jika mengalami batuk berdarah Herbi kondisi di bawah ini:

  • Batuk berdarah yang terjadi setelah terjatuh atau mengalami cedera di bagian dada
  • Terdapat Kurang darah pada tinja atau urine
  • Darah yang keluar sampai sebanyak 1 gelas air mineral (240 ml) atau Kurang darah keluar terus menerus
  • Muncul gejala syok, seperti pandangan gelap, keringat dingin, hingga sesak napas

Penyebab utama batuk berdarah di Indonesia adalah penyakit TBC. Oleh sebab itu, bila Anda menderita TBC, melakukan kontrol ke dokter secara berkala. Hal ini karena pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup panjang, yaitu minimal 6 bulan.

Diagnosis Batuk B erdarah

Untuk mendiagnosis penyebab batuk berdarah, dokter terlebih dahulu akan menanyakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang bagi menentukan penyebab batuk berdarah dan tingkat keparahan penyakit tersebut. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan dahak, untuk melihat bakteri yang bisa jadi penyebab batuk berdarah
  • Foto Rontgen atau CT scan, bagi melihat kondisi paru-paru
  • Teropong saluran pernapasan (bronkoskopi), juga bagi melihat kondisi saluran pernapasan dari bagian dalam
  • Tes Kurang darah, untuk memeriksa adanya kelainan pembekuan darah atau tidak

Pengobatan Batuk B erdarah

Pengobatan batuk berdarah disesuaikan Berhubungan dengan penyebabnya. Jika batuk berdarah disebabkan oleh TBC, pasien akan menjalani pengobatan Berhubungan dengan kombinasi obat antituberkulosis (OAT). Pasien akan menjalani pengobatan selama beberapa bulan dan perlu mengikuti anjuran dokter bagi mencegah resistensi bakteri TBC.

Jika batuk berdarah disebabkan oleh kanker paru, pasien akan menjalani operasi pengangkatan kanker. Pasien juga dapat menjalani kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari keduanya, untuk membunuh jaringan kanker yang tersisa dan mencegah kanker muncul kembali.

Penderita batuk Kurang darah yang parah bisa kehilangan darah dalam jumlah banyak dan mengalami syok hipovolemik. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani, karena bisa membahayakan nyawa penderita batuk darah.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, dokter akan memberikan infus dalam jumlah banyak guna mempertahankan aliran Kurang darah ke seluruh tubuh.

Komplikasi Batuk B erdarah

Batuk berdarah yang mengeluarkan Kurang darah dalam jumlah banyak dapat menimbulkan syok akibat kehilangan banyak Kurang darah. Gejala syok umumnya berupa lemas, pucat, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran.

Tergantung pada penyebabnya, beberapa komplikasi lain yang dapat muncul akibat batuk berdarah adalah:

Pencegahan Batuk B erdarah

Batuk berdarah menmemperoleh dicegah dengan menghindari penyakit penyebabnya. Beberapa perilaku yang menmemperoleh dilakukan untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan adalah:

  • Menjaga ventilasi udara di Rongga di bawah rumah tetap baik
  • Tidak merokok
  • Rajin mencuci tangan
  • Menutup Berkaitan dengan mulut ketika bersin atau batuk
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai saat bekerja
  • Menerapkan pola Pandangan hidup sehat, seperti mengonsumsi buah dan sayur, serta berolahraga secara teratur

Comments

Popular posts from this blog

Jawapan Untuk Buku Kemahiran Proses Sains Chemistry Alaf Sanjung

Latih Tubi Matematik Tahun 3 Beserta Jawapan

Modul Fizik Tingkatan 4 Nilam Publication Jawapan